Sabtu, 26 November 2011

Kebudayaan Suku Batak

Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige), kampung Parsoluhan, suku Pohan. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya.
Batak adalah salah satu suku yang terdapat di sumatera Utara. Mereka adlah orang-orang kuat, cerdas dan kuat. Mereka memliki budaya yang kuat dan mempunyai ppersatuan yang kokoh, dimana pun mereka berada mereka selalu membentuk persatuan dan rasa solidaritas yang tinggi. Itu karena kebudayaan meraka yang mengajarkan seperti itu. Orang batak pun memiliki harga diri yang tinggi . mereka tidak akan pernah maumengemis untuk meminta sesuatu , mereka termasuk orang yang pekerja keras dan mereka berani mengadu nasib di kota besar dan mereka bisa menguasai perekonomian suatu daerah, dimana pun mereka berada mereka pasti punya rasa untuk membangun dirinya ajar lebih naju.
Bahasa
Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah:
(1) Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo
(2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak
(3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun
(4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.
Agama
Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta; Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh; Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang; Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.
Kesenian
Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar